Herman H Oktiono sekeluarga mengucapkan selamat merayakan Hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh keluarga besar SMP N 2 Kepanjen
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Kamis, 16 September 2010
SELAMAT HARI RAYA IDHUL FITRI
Kamis, 16 September 2010
Herman H Oktiono sekeluarga mengucapkan selamat merayakan Hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh keluarga besar SMP N 2 Kepanjen
Selanjutnya...
Herman H Oktiono sekeluarga mengucapkan selamat merayakan Hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh keluarga besar SMP N 2 KepanjenSelasa, 10 Agustus 2010
BERDOALAH!
Selasa, 10 Agustus 2010

Seberapa sering Anda berdoa dalam sehari? Sekali, dua kali, lima kali, atau lebih? Apa yang Anda minta dalam doa? Keinginan, harapan, atau kebutuhan?
Setiap muslim yang melaksanakan kewajiban sholat lima waktu, paling tidak dia sudah berdoa lima kali dalam sehari. Belum lagi jika membiasakan diri berdoa sebelum melakukan aktivitas dan setelah menyelesaikannya, maka bisa kita perkirakan berapa banyak kita berdoa dalam sehari.
Dalam doa kita bisa menyampaikan apapun yang kita inginkan, harapkan, dan butuhkan. Dalam doa kita juga bisa mengadu kepada Allah, menyampaikan segala masalah, bahkan menyampaikan segala kebahagiaan kita.Yang jelas, mintalah ampun atas dosa-dosa kita.
Seberapa cepat doa dan permintaan dikabulkan, hanya Allah yang tahu. Allah menyukai orang-orang yang selalu berdoa kepada-Nya, seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an yang kurang lebih artinya “Berdoalah kepada-Ku, maka Ku kabulkan untukmu”. Berdasarkan firman Allah tersebut jelas bahwa Allah meminta kita untuk selalu berdoa. Allah Maha Kaya, Maha Kuasa, dan Maha Bijaksana. Karena Maha Kaya, maka pada Allah kita bisa meminta apapun. Allah tidak pernah marah atas apapun permintaan kita, bahkan Allah akan marah jika kita tidak meminta. Memohon dam memintalah dalam doa!
Masalah kapan doa kita dikabulkan dan doa apa yang dikabulkan, Allah yang Maha Tahu dan Maha Kuasa yang menentukan kapan doa kita dikabulkan dan apa yang akan diberikan kepada kita. Disadari atau tidak, sebagian besar doa kita sebenarnya pasti dikabulkan Allah. Kita diberikan semua hal yang kita butuhkan, walaupun bukan selalu seperti yang kita inginkan. Sekali lagi, Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan selalu yang kita inginkan. Mungkin kita sering mengeluh, kenapa Allah belum mengabulkan doa saya, padahal saya sudah berdoa berulang kali? Coba kita ingat lagi apa doa kita? Tanpa kita sadari, sebenarnya doa kita sudah dikabulkan, tapi lebih dalam bentuk yang kita butuhkan. Misalnya, anda berdoa minta menjadi ranking 1 di kelas, tapi Anda tidak pernah menjadi ranking 1. Jangan kecewa, mungkin anda tidak jadi ranking 1, tapi anda menjadi terbiasa belajar, biasa membantu teman, dan nilai anda tetap bagus. Allah tidak memberikan anda ranking 1, tapi Allah memberikan anda ilmu yang bermanfaat, bukan untuk diri sendiri tapi juga orang lain.
Saya pribadi dulu ketika berdoa juga selalu berharap Allah mengabulkan doa saya persis seperti yang saya minta dalam doa. Kemudian saya menemukan sebuah puisi indah tentang sebuah doa berjudul “A Prayer about His Prayer”. Puisi ini menyadarkan saya bahwa Allah telah mengabulkan semua doa saya dengan memberikan semua yang saya butuhkan, dan itu tidak saya sadari.
Inilah lampiran puisi tersebut yang sudah diterjemahkan.
Ketika kumohon pada ALLAH kekuatan
ALLAH memberiku kesulitan agar aku menjadi bijak
Ketika kumohon pada ALLAH kebijaksanaan
ALLAH memberiku masalah untuk kupecahkan
Ketika kumohon pada ALLAH kesejahteraan
ALLAH memberiku akal untuk berpikir
Ketika kumohon pada ALLAH keberanian
ALLAH memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi
Ketika kumohon pada ALLAH sebuah cinta
ALLAH memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong
Ketika kumohon pada ALLAH bantuan
ALLAH memberiku kesempatan
Aku tak pernah menerima apa yang kupinta
Tapi aku menerima segala yang kubutuhkan
Doaku terjawab sudah ! *)
Yang paling penting adalah teruslah berdoa dan berdoa. Karena Allah akan marah jika kita tidak pernah meminta. Jangan putus asa jika keinginan Anda belum dikabulkan, karena setiap kebutuhan Anda sudah diberikan. Allah Maha Bijaksana dan Maha Tahu apa yang anda butuhkan. Jadi, berdoalah!
*) Puisi tercantum pada suatu majalah tahun 2001
Oleh: Aries Dewi Andriani, S.Si., S.Pd
Selanjutnya...

Seberapa sering Anda berdoa dalam sehari? Sekali, dua kali, lima kali, atau lebih? Apa yang Anda minta dalam doa? Keinginan, harapan, atau kebutuhan?
Setiap muslim yang melaksanakan kewajiban sholat lima waktu, paling tidak dia sudah berdoa lima kali dalam sehari. Belum lagi jika membiasakan diri berdoa sebelum melakukan aktivitas dan setelah menyelesaikannya, maka bisa kita perkirakan berapa banyak kita berdoa dalam sehari.
Dalam doa kita bisa menyampaikan apapun yang kita inginkan, harapkan, dan butuhkan. Dalam doa kita juga bisa mengadu kepada Allah, menyampaikan segala masalah, bahkan menyampaikan segala kebahagiaan kita.Yang jelas, mintalah ampun atas dosa-dosa kita.
Seberapa cepat doa dan permintaan dikabulkan, hanya Allah yang tahu. Allah menyukai orang-orang yang selalu berdoa kepada-Nya, seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an yang kurang lebih artinya “Berdoalah kepada-Ku, maka Ku kabulkan untukmu”. Berdasarkan firman Allah tersebut jelas bahwa Allah meminta kita untuk selalu berdoa. Allah Maha Kaya, Maha Kuasa, dan Maha Bijaksana. Karena Maha Kaya, maka pada Allah kita bisa meminta apapun. Allah tidak pernah marah atas apapun permintaan kita, bahkan Allah akan marah jika kita tidak meminta. Memohon dam memintalah dalam doa!
Masalah kapan doa kita dikabulkan dan doa apa yang dikabulkan, Allah yang Maha Tahu dan Maha Kuasa yang menentukan kapan doa kita dikabulkan dan apa yang akan diberikan kepada kita. Disadari atau tidak, sebagian besar doa kita sebenarnya pasti dikabulkan Allah. Kita diberikan semua hal yang kita butuhkan, walaupun bukan selalu seperti yang kita inginkan. Sekali lagi, Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan selalu yang kita inginkan. Mungkin kita sering mengeluh, kenapa Allah belum mengabulkan doa saya, padahal saya sudah berdoa berulang kali? Coba kita ingat lagi apa doa kita? Tanpa kita sadari, sebenarnya doa kita sudah dikabulkan, tapi lebih dalam bentuk yang kita butuhkan. Misalnya, anda berdoa minta menjadi ranking 1 di kelas, tapi Anda tidak pernah menjadi ranking 1. Jangan kecewa, mungkin anda tidak jadi ranking 1, tapi anda menjadi terbiasa belajar, biasa membantu teman, dan nilai anda tetap bagus. Allah tidak memberikan anda ranking 1, tapi Allah memberikan anda ilmu yang bermanfaat, bukan untuk diri sendiri tapi juga orang lain.
Saya pribadi dulu ketika berdoa juga selalu berharap Allah mengabulkan doa saya persis seperti yang saya minta dalam doa. Kemudian saya menemukan sebuah puisi indah tentang sebuah doa berjudul “A Prayer about His Prayer”. Puisi ini menyadarkan saya bahwa Allah telah mengabulkan semua doa saya dengan memberikan semua yang saya butuhkan, dan itu tidak saya sadari.
Inilah lampiran puisi tersebut yang sudah diterjemahkan.
Ketika kumohon pada ALLAH kekuatan
ALLAH memberiku kesulitan agar aku menjadi bijak
Ketika kumohon pada ALLAH kebijaksanaan
ALLAH memberiku masalah untuk kupecahkan
Ketika kumohon pada ALLAH kesejahteraan
ALLAH memberiku akal untuk berpikir
Ketika kumohon pada ALLAH keberanian
ALLAH memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi
Ketika kumohon pada ALLAH sebuah cinta
ALLAH memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong
Ketika kumohon pada ALLAH bantuan
ALLAH memberiku kesempatan
Aku tak pernah menerima apa yang kupinta
Tapi aku menerima segala yang kubutuhkan
Doaku terjawab sudah ! *)
Yang paling penting adalah teruslah berdoa dan berdoa. Karena Allah akan marah jika kita tidak pernah meminta. Jangan putus asa jika keinginan Anda belum dikabulkan, karena setiap kebutuhan Anda sudah diberikan. Allah Maha Bijaksana dan Maha Tahu apa yang anda butuhkan. Jadi, berdoalah!
*) Puisi tercantum pada suatu majalah tahun 2001
Oleh: Aries Dewi Andriani, S.Si., S.Pd
Rabu, 04 Agustus 2010
PENGAKUAN IMAN
Rabu, 04 Agustus 2010
"AKU PERCAYA" - "KAMI PERCAYA"
1. Apabila kita mengakui iman kita, kita mulai dengan kata-kata: "Aku percaya" atau "kami percaya". Sebelum kita menguraikan kepercayaan Gereja seperti yang diakui dalam syahadat, dirayakan dalam liturgi, dihayati dalam pelaksanaan perintah-perintah dan dalam doa, kita menanyakan kepada diri sendiri, apa artinya "percaya". Kepercayaan adalah jawaban manusia kepada Allah yang mewahyukan dan memberikan Diri kepada manusia dan dengan demikian memberikan kepenuhan sinar kepada dia yang sedang mencari arti terakhir kehidupannya. Secara berturut-turut kita merenungkan pertama sekali mengenai manusia yang sedang mencari (Bab I), lalu mengenai wahyu ilahi, yang dengannya Allah menyongsong manusia (Bab II), dan akhirnya mengenai jawaban kepercayaan (Bab III).
MANUSIA SANGGUP MENEMUKAN ALLAH
I. Kerinduan akan Allah
2.Kerinduan akan Allah sudah terukir dalam hati manusia karena manusia diciptakan oleh Allah dan untuk Allah. Allah tidak henti-hentinya menarik dia kepada diri-Nya. Hanya dalam Allah manusia dapat menemukan kebenaran dan kebahagiaan yang dicarinya terus-menerus:
"Makna paling luhur martabat manusia terletak pada panggilannya untuk memasuki persekutuan dengan Allah. Sudah sejak asal mulanya manusia diundang untuk berwawancara dengan Allah. Sebab manusia hanyalah hidup, karena ia diciptakan oleh Allah dalam cinta kasih-Nya, dan lestari hidup berkat cinta kasih-Nya. Dan manusia tidak sepenuhnya hidup menurut kebenaran, bila ia tidak dengan sukarela mengakui cinta kasih itu, serta menyerahkan diri kepada Penciptanya" (GS 19,1).
3. Sejak dahulu kala manusia menyatakan melalui pandangan iman dan pola tingkah laku religius (seperti doa, kurban, upacara, dan meditasi), atas berbagai cara, usaha mereka untuk menemukan Allah. Cara pengungkapan itu tidak selalu jelas artinya, tetapi terdapat sekian umum di antara segala bangsa manusia, sehingga manusia dapat disebut sebagai makhluk religius:"Dari satu orang saja [Allah] telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan la telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka, supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun la tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada" (Kis. 17:26-28).
4.Namun "hubungan kehidupan yang mesra dengan Allah ini" (GS 19,1) dapat 1 dilupakan oleh manusia, disalahartikan, malahan ditolak dengan tegas. Sikap yang demilcian itu dapat mempunyai sebab yang berbeda-beda: protes terhadap kejahatan di dunia, ketidakpahaman religius atau sikap tidak peduli, kesusahan duniawi dan kekayaan, contoh hidup yang buruk dari para beriman, aliran berpikir yang bermusuhan dengan agama, dan akhirnya kesombongan manusia berdosa untuk menyembunyikan diri karena takut akan Tuhan dan melarikan diri dari Tuhan yang memanggil4.
5. "Semua yang mencari Tuhan, hendaklah bergembira" (Mzm 105:3). Biarpun manusia melupakan atau menolak Tuhan, namun Tuhan tidak berhenti memanggil kembali setiap manusia, supaya ia mencari-Nya serta hidup dan menemukan kebahagiaannya. Tetapi pencarian itu menuntut dari manusia seluruh usaha berpikir dan penyesuaian kehendak yang tepat, "hati yang tulus", dan juga kesaksian orang lain yang mengajar kepadanya untuk mencari Tuhan.
"Ya Allah, agunglah Engkau dan patut dipuji: kekuatan-Mu besar dan kebijaksanaan-Mu tanpa batas. Manusia yang sendiri satu bagian dari ciptaan-Mu, ingin meluhurkan Dikau. Betapapun ia berdosa dan dapat mati, namun ia ingin memuji Dikau karena ia adalah satu bagian dari ciptaan-Mu. Untuk itu, Engkau menanamkan hasrat di dalam kami karena Engkau telah menciptakan kami menurut citra-Mu sendiri. Hati kami tetap tidak tenang sampai ia menemukan ketenteraman di dalam Engkau" (Agustinus, conf 1,1,1).
( Bulan depan Bicara Mengenai Jalan-jalan mengenal Allah)
Selanjutnya...
1. Apabila kita mengakui iman kita, kita mulai dengan kata-kata: "Aku percaya" atau "kami percaya". Sebelum kita menguraikan kepercayaan Gereja seperti yang diakui dalam syahadat, dirayakan dalam liturgi, dihayati dalam pelaksanaan perintah-perintah dan dalam doa, kita menanyakan kepada diri sendiri, apa artinya "percaya". Kepercayaan adalah jawaban manusia kepada Allah yang mewahyukan dan memberikan Diri kepada manusia dan dengan demikian memberikan kepenuhan sinar kepada dia yang sedang mencari arti terakhir kehidupannya. Secara berturut-turut kita merenungkan pertama sekali mengenai manusia yang sedang mencari (Bab I), lalu mengenai wahyu ilahi, yang dengannya Allah menyongsong manusia (Bab II), dan akhirnya mengenai jawaban kepercayaan (Bab III).
MANUSIA SANGGUP MENEMUKAN ALLAH
I. Kerinduan akan Allah
2.Kerinduan akan Allah sudah terukir dalam hati manusia karena manusia diciptakan oleh Allah dan untuk Allah. Allah tidak henti-hentinya menarik dia kepada diri-Nya. Hanya dalam Allah manusia dapat menemukan kebenaran dan kebahagiaan yang dicarinya terus-menerus:
"Makna paling luhur martabat manusia terletak pada panggilannya untuk memasuki persekutuan dengan Allah. Sudah sejak asal mulanya manusia diundang untuk berwawancara dengan Allah. Sebab manusia hanyalah hidup, karena ia diciptakan oleh Allah dalam cinta kasih-Nya, dan lestari hidup berkat cinta kasih-Nya. Dan manusia tidak sepenuhnya hidup menurut kebenaran, bila ia tidak dengan sukarela mengakui cinta kasih itu, serta menyerahkan diri kepada Penciptanya" (GS 19,1).
3. Sejak dahulu kala manusia menyatakan melalui pandangan iman dan pola tingkah laku religius (seperti doa, kurban, upacara, dan meditasi), atas berbagai cara, usaha mereka untuk menemukan Allah. Cara pengungkapan itu tidak selalu jelas artinya, tetapi terdapat sekian umum di antara segala bangsa manusia, sehingga manusia dapat disebut sebagai makhluk religius:"Dari satu orang saja [Allah] telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan la telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka, supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun la tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada" (Kis. 17:26-28).
4.Namun "hubungan kehidupan yang mesra dengan Allah ini" (GS 19,1) dapat 1 dilupakan oleh manusia, disalahartikan, malahan ditolak dengan tegas. Sikap yang demilcian itu dapat mempunyai sebab yang berbeda-beda: protes terhadap kejahatan di dunia, ketidakpahaman religius atau sikap tidak peduli, kesusahan duniawi dan kekayaan, contoh hidup yang buruk dari para beriman, aliran berpikir yang bermusuhan dengan agama, dan akhirnya kesombongan manusia berdosa untuk menyembunyikan diri karena takut akan Tuhan dan melarikan diri dari Tuhan yang memanggil4.
5. "Semua yang mencari Tuhan, hendaklah bergembira" (Mzm 105:3). Biarpun manusia melupakan atau menolak Tuhan, namun Tuhan tidak berhenti memanggil kembali setiap manusia, supaya ia mencari-Nya serta hidup dan menemukan kebahagiaannya. Tetapi pencarian itu menuntut dari manusia seluruh usaha berpikir dan penyesuaian kehendak yang tepat, "hati yang tulus", dan juga kesaksian orang lain yang mengajar kepadanya untuk mencari Tuhan.
"Ya Allah, agunglah Engkau dan patut dipuji: kekuatan-Mu besar dan kebijaksanaan-Mu tanpa batas. Manusia yang sendiri satu bagian dari ciptaan-Mu, ingin meluhurkan Dikau. Betapapun ia berdosa dan dapat mati, namun ia ingin memuji Dikau karena ia adalah satu bagian dari ciptaan-Mu. Untuk itu, Engkau menanamkan hasrat di dalam kami karena Engkau telah menciptakan kami menurut citra-Mu sendiri. Hati kami tetap tidak tenang sampai ia menemukan ketenteraman di dalam Engkau" (Agustinus, conf 1,1,1).
( Bulan depan Bicara Mengenai Jalan-jalan mengenal Allah)
Selasa, 03 Agustus 2010
MENITI JEJAK RAMADHAN DI SMP NEGERI 2 KEPANJEN 1430 H
Selasa, 03 Agustus 2010
Bertemu dengan bulan Ramadhan adalah memiliki nilai tersendiri, berarti kita mendapat kesempatan yang sangat luas untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pribadi. Puasa
Ramadhan merupakan satu bentuk penggodokan iman dan taqwa kepada Allah. Untuk memiliki iman dan taqwa diperlukan suatu proses, salah satunya harus berpuasa. Berkaitan hal ini Allah memerintahkan kita berpuasa sebagaimana firman-Nya Surat Al Baqarah :183.
Artinya :“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.
Menurut ahli tafsir, ayat yang dimulai dengan “Yaa ayyuhal ladziina aamanuu”(Hai orang-orang yang beriman) biasanya sesudah seruan itu Allah akan memberi perintah yang berat. Dan perintah yang berat itu hanyalah akan dilaksanakan oleh orang-orang yang beriman.
Ayat berikutnya berbunyi Kutiba ‘alaikumus shiyam (diwajibkan atas kamu berpuasa). Sebagai imbalan kepada orang-orang yang mengerjakan perintah berpuasa tersebut, kepadanya dijanjikan akan diberikan satu derajat kehidupan yang tinggi pada sisi Allah, yang disebut taqwa.
Susunan ayat tersebut merupakan petunjuk, bahwa manusia haruslah memulai kehidupannya dengan semangat iman, kemudian mengisi dan mengakhiri hidupnya dengan nilai-nilai taqwa, yaitu berbakti kepada Allah SWT dan menjauhi segala perbuatan yang jahat dan buruk.
Untuk meniti jalan menjadi hamba Allah yang beriman dan bertaqwa maka SMPN 2 Kepanjen mengadakan kegiatan “Peningkatan Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Allah bagi siswa-siswi ( Pondok Ramadhan ) “ selama 3 hari yaitu tanggal 1, 2 dan 3 September 2009.
Sebagai bentuk penerapan nilai-nilai ibadah puasa, sekolah melaksanakan kegiatan penerimaan zakat fithrah yang dimulai tanggal 4 sampai dengan 9 September 2009. Penyaluran atau pembagiannya dilaksanakan tanggal 11 September 2009. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan siswa benar-benar bisa mengambil hikmah antara lain berfungsi membersihkan dari perbuatan yang sia-sia dan perkataan yang buruk, memiliki kepedulian sosial kepada fakir miskin sehingga tumbuh rasa syukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diterima selama ini. Hadits Rasul yang artinya : “Dari Ibnu Abbas ra. Berkata : Rasulullah menfardhukan zakat fithrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa (Ramadhan) dari perbuatan sia-sia dan keji dan merupakan pemberian makan bagi orang-orang miskin, maka barangsiapa mengeluarkannya sebelum shalat ‘Id itulah zakat yang diterima, dan barangsiapa mengeluarkannya sesudah shalat ‘Id maka dia adalah shadaqah dari shadaqah-shadaqah”. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majjah).
Perjalanan Ramadhan terus kita ikuti dengan mengadakan kegiatan buka bersama tanggal 12 September 2009 dengan rangkaian acara siraman rohani, ta’jil buka puasa, shalat berjamaah maghrib dan diakhiri ramah tamah dengan buka bersama yang diikuti Bapak/Ibu Guru, Staf TU, Karyawan, Komite dan Pengurus OSIS. Maksud diadakan kegiatan ini adalah agar tumbuh Ukhuwah Islamiyah.
Setelah satu bulan lamanya berpuasa dengan ikhlas mencari ridha Allah sampailah kita pada Hari Raya Idul Fithri. Keadaan lapar, dahaga yang kita alami selama satu bulan semata-mata hanyalah ujian bagi kita kaum muslimin, untuk menjadi hamba Allah yang beriman dan bertaqwa. Semoga dihari raya ini kita semua mendapat ampunan Allah atas dosa, kesalahan kita kepada-Nya. Menyambut Hari Raya Idul Fithri 1430 H SMPN 2 Kepanjen mengadakan halal bihalal tanggal 30 September 2009 dengan rangkaian acara I halal bihalal antara guru dengan siswa dan II halal bihalal antara Bapak/Ibu Guru, Staf TU, Karyawan dan keluarga, Komite, Pengurus OSIS. Dengan halal bihalal, kita tidak hanya mendapatkan ampunan dari Allah tetapi
juga dari sesama. “Taqabbalallaahu minnaa waminkum minal ‘aaidiin walfaaiziin” (Semoga Allah menerima segala amal ibadah kami dan anda. Dan semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang kembali fithrah dan berjaya ). Amiin Ya Robbal ‘Aalamiin.
Oleh Hj. Siti Rukayah, S.Pd.I


Selanjutnya...
Bertemu dengan bulan Ramadhan adalah memiliki nilai tersendiri, berarti kita mendapat kesempatan yang sangat luas untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pribadi. PuasaRamadhan merupakan satu bentuk penggodokan iman dan taqwa kepada Allah. Untuk memiliki iman dan taqwa diperlukan suatu proses, salah satunya harus berpuasa. Berkaitan hal ini Allah memerintahkan kita berpuasa sebagaimana firman-Nya Surat Al Baqarah :183.
Artinya :“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.
Menurut ahli tafsir, ayat yang dimulai dengan “Yaa ayyuhal ladziina aamanuu”(Hai orang-orang yang beriman) biasanya sesudah seruan itu Allah akan memberi perintah yang berat. Dan perintah yang berat itu hanyalah akan dilaksanakan oleh orang-orang yang beriman.
Ayat berikutnya berbunyi Kutiba ‘alaikumus shiyam (diwajibkan atas kamu berpuasa). Sebagai imbalan kepada orang-orang yang mengerjakan perintah berpuasa tersebut, kepadanya dijanjikan akan diberikan satu derajat kehidupan yang tinggi pada sisi Allah, yang disebut taqwa.
Susunan ayat tersebut merupakan petunjuk, bahwa manusia haruslah memulai kehidupannya dengan semangat iman, kemudian mengisi dan mengakhiri hidupnya dengan nilai-nilai taqwa, yaitu berbakti kepada Allah SWT dan menjauhi segala perbuatan yang jahat dan buruk.
Untuk meniti jalan menjadi hamba Allah yang beriman dan bertaqwa maka SMPN 2 Kepanjen mengadakan kegiatan “Peningkatan Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Allah bagi siswa-siswi ( Pondok Ramadhan ) “ selama 3 hari yaitu tanggal 1, 2 dan 3 September 2009.
Sebagai bentuk penerapan nilai-nilai ibadah puasa, sekolah melaksanakan kegiatan penerimaan zakat fithrah yang dimulai tanggal 4 sampai dengan 9 September 2009. Penyaluran atau pembagiannya dilaksanakan tanggal 11 September 2009. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan siswa benar-benar bisa mengambil hikmah antara lain berfungsi membersihkan dari perbuatan yang sia-sia dan perkataan yang buruk, memiliki kepedulian sosial kepada fakir miskin sehingga tumbuh rasa syukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diterima selama ini. Hadits Rasul yang artinya : “Dari Ibnu Abbas ra. Berkata : Rasulullah menfardhukan zakat fithrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa (Ramadhan) dari perbuatan sia-sia dan keji dan merupakan pemberian makan bagi orang-orang miskin, maka barangsiapa mengeluarkannya sebelum shalat ‘Id itulah zakat yang diterima, dan barangsiapa mengeluarkannya sesudah shalat ‘Id maka dia adalah shadaqah dari shadaqah-shadaqah”. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majjah).
Perjalanan Ramadhan terus kita ikuti dengan mengadakan kegiatan buka bersama tanggal 12 September 2009 dengan rangkaian acara siraman rohani, ta’jil buka puasa, shalat berjamaah maghrib dan diakhiri ramah tamah dengan buka bersama yang diikuti Bapak/Ibu Guru, Staf TU, Karyawan, Komite dan Pengurus OSIS. Maksud diadakan kegiatan ini adalah agar tumbuh Ukhuwah Islamiyah.
Setelah satu bulan lamanya berpuasa dengan ikhlas mencari ridha Allah sampailah kita pada Hari Raya Idul Fithri. Keadaan lapar, dahaga yang kita alami selama satu bulan semata-mata hanyalah ujian bagi kita kaum muslimin, untuk menjadi hamba Allah yang beriman dan bertaqwa. Semoga dihari raya ini kita semua mendapat ampunan Allah atas dosa, kesalahan kita kepada-Nya. Menyambut Hari Raya Idul Fithri 1430 H SMPN 2 Kepanjen mengadakan halal bihalal tanggal 30 September 2009 dengan rangkaian acara I halal bihalal antara guru dengan siswa dan II halal bihalal antara Bapak/Ibu Guru, Staf TU, Karyawan dan keluarga, Komite, Pengurus OSIS. Dengan halal bihalal, kita tidak hanya mendapatkan ampunan dari Allah tetapi
juga dari sesama. “Taqabbalallaahu minnaa waminkum minal ‘aaidiin walfaaiziin” (Semoga Allah menerima segala amal ibadah kami dan anda. Dan semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang kembali fithrah dan berjaya ). Amiin Ya Robbal ‘Aalamiin.
Oleh Hj. Siti Rukayah, S.Pd.I


