Tampilkan postingan dengan label Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Agustus 2010

Drs Agung Sutrisno

Minggu, 15 Agustus 2010

Kepala Sekolah SMPN 2

Pasti rekan-rekan Spenda pingin tahu profil kepala sekolah kita yang baru kan? Ayo tebak….!!! Ya…. Betul …siapa lagi kalau bukan Pak Agung .

Pria berkacamata yang bernama lengkap Agung Sutrisno dilahirkan di Tulungagung tanggal 31 Jauari 1958. Wah, berarti sebentar lagi beliau ultah ke 51 lho. Bapak 6 putra ini memulai riwayat pendidikannya dari SD Negeri Duwet Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung. Enam tahun kemudian beliau melanjutkan ke SMP Negeri Bandung di kota yang sama. Lulus SMP beliau masuk ke SMPP Tulungagung. Selanjutnya beliau kuliah di IKIP Negeri Malang dengan mengambil Fakultas Keguruan lmu Sosial Jurusan Sejarah dan Anthropologi.

Pak Agung menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 2 Kepanjen sejak tanggal 14 April 2008. Sebelumnya beliau adalah kepala SMP Negeri 2 Gedangan Kabupaten Malang.

Hal yang beliau suka ketika masuk di SMP Negeri 2 Kepanjen ini adalah pertama karena jumlah gurunya sesuai dengan kebutuhan sehingga bisa menunjang tercapainya mutu pendidikan. Kedua karena guru-gurunya disiplin dan tepat waktu (Wah, semoga saja…) Nah yang terakhir kata beliau siswa di sini tidak nakal. Wah, kalau kalau tidak nakal pastinya gak ada yang mbolos, berkelahi atau melompat pagar halaman sekolah dong…

Ketika ditanya hobi, kepsek kita ini ternyata gemar membaca . Makanan favoritnya? Sederhana aja, Cuma cenil dan sumpil. Tahu nggak apa itu? Kalau gak tahu tanya aja sendiri sama beliau, yang jelas itu semacam jajanan pasar. O ya, harapan pak Agung menjadi kepala sekolah di sini adalah bisa membawa SMP 2 Kepanjen menjadi SMP terbaik di Kepanjen. (minimal bisa bersaing dengan SMP yang lainnya ya pak….?) Di akhir perbincangan, Bapak kita berpesan untuk siswa SMP Negeri 2 Kepanjen, yaitu Berbuatlah yang terbaik, karena karyamu hari ini menentukan masa depanmu. (peliput : Feti)


Selanjutnya...

Selasa, 10 Agustus 2010

BERDOALAH!

Selasa, 10 Agustus 2010

Seberapa sering Anda berdoa dalam sehari? Sekali, dua kali, lima kali, atau lebih? Apa yang Anda minta dalam doa? Keinginan, harapan, atau kebutuhan?
Setiap muslim yang melaksanakan kewajiban sholat lima waktu, paling tidak dia sudah berdoa lima kali dalam sehari. Belum lagi jika membiasakan diri berdoa sebelum melakukan aktivitas dan setelah menyelesaikannya, maka bisa kita perkirakan berapa banyak kita berdoa dalam sehari.
Dalam doa kita bisa menyampaikan apapun yang kita inginkan, harapkan, dan butuhkan. Dalam doa kita juga bisa mengadu kepada Allah, menyampaikan segala masalah, bahkan menyampaikan segala kebahagiaan kita.Yang jelas, mintalah ampun atas dosa-dosa kita.
Seberapa cepat doa dan permintaan dikabulkan, hanya Allah yang tahu. Allah menyukai orang-orang yang selalu berdoa kepada-Nya, seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an yang kurang lebih artinya “Berdoalah kepada-Ku, maka Ku kabulkan untukmu”. Berdasarkan firman Allah tersebut jelas bahwa Allah meminta kita untuk selalu berdoa. Allah Maha Kaya, Maha Kuasa, dan Maha Bijaksana. Karena Maha Kaya, maka pada Allah kita bisa meminta apapun. Allah tidak pernah marah atas apapun permintaan kita, bahkan Allah akan marah jika kita tidak meminta. Memohon dam memintalah dalam doa!
Masalah kapan doa kita dikabulkan dan doa apa yang dikabulkan, Allah yang Maha Tahu dan Maha Kuasa yang menentukan kapan doa kita dikabulkan dan apa yang akan diberikan kepada kita. Disadari atau tidak, sebagian besar doa kita sebenarnya pasti dikabulkan Allah. Kita diberikan semua hal yang kita butuhkan, walaupun bukan selalu seperti yang kita inginkan. Sekali lagi, Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan selalu yang kita inginkan. Mungkin kita sering mengeluh, kenapa Allah belum mengabulkan doa saya, padahal saya sudah berdoa berulang kali? Coba kita ingat lagi apa doa kita? Tanpa kita sadari, sebenarnya doa kita sudah dikabulkan, tapi lebih dalam bentuk yang kita butuhkan. Misalnya, anda berdoa minta menjadi ranking 1 di kelas, tapi Anda tidak pernah menjadi ranking 1. Jangan kecewa, mungkin anda tidak jadi ranking 1, tapi anda menjadi terbiasa belajar, biasa membantu teman, dan nilai anda tetap bagus. Allah tidak memberikan anda ranking 1, tapi Allah memberikan anda ilmu yang bermanfaat, bukan untuk diri sendiri tapi juga orang lain.
Saya pribadi dulu ketika berdoa juga selalu berharap Allah mengabulkan doa saya persis seperti yang saya minta dalam doa. Kemudian saya menemukan sebuah puisi indah tentang sebuah doa berjudul “A Prayer about His Prayer”. Puisi ini menyadarkan saya bahwa Allah telah mengabulkan semua doa saya dengan memberikan semua yang saya butuhkan, dan itu tidak saya sadari.

Inilah lampiran puisi tersebut yang sudah diterjemahkan.

Ketika kumohon pada ALLAH kekuatan
ALLAH memberiku kesulitan agar aku menjadi bijak
Ketika kumohon pada ALLAH kebijaksanaan
ALLAH memberiku masalah untuk kupecahkan
Ketika kumohon pada ALLAH kesejahteraan
ALLAH memberiku akal untuk berpikir
Ketika kumohon pada ALLAH keberanian
ALLAH memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi
Ketika kumohon pada ALLAH sebuah cinta
ALLAH memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong
Ketika kumohon pada ALLAH bantuan
ALLAH memberiku kesempatan
Aku tak pernah menerima apa yang kupinta
Tapi aku menerima segala yang kubutuhkan
Doaku terjawab sudah ! *)


Yang paling penting adalah teruslah berdoa dan berdoa. Karena Allah akan marah jika kita tidak pernah meminta. Jangan putus asa jika keinginan Anda belum dikabulkan, karena setiap kebutuhan Anda sudah diberikan. Allah Maha Bijaksana dan Maha Tahu apa yang anda butuhkan. Jadi, berdoalah!

*) Puisi tercantum pada suatu majalah tahun 2001

Oleh: Aries Dewi Andriani, S.Si., S.Pd
Selanjutnya...

Sabtu, 07 Agustus 2010

SBI di SMP NEGERI 2 KEPANJEN ?????

Sabtu, 07 Agustus 2010

Sekilas pertanyaan itu muncul dalam pikiran kita ketika kita membaca spanduk yang terpampang di dinding sisi kelas VII E. Spanduk bertuliskan “SMP Negeri 2 Kepanjen , Kelas Standar Cambridge International Examination binaan Universitas Negeri Malang “ itu sempat memunculkan polemic diantara warga sekolah. Sudah pantaskah SMP kita melangkah ke taraf internasional, sementara untuk status SSN saja kita belum mendapatkannya?
Untuk menjawab semua pertanyaan dan meluruskan semua pemikiran yang salah tentang persepsi itu, tim redaksi mencoba menemui dan wawancara langsung dengan ibu Woro Sulistyo YP, S.Pd atau yang sering kita sapa dengan Bu Tyas selaku Chief Executive Of Kepanjen T2EDI , lembaga yang melaksanakan program Qualifikasi CIE (Cambridge Internationan Examination) di SMP Negeri 2 Kepanjen. Mau tahu apa jawaban beliau….??? Nich, ikutin hasil wawancara kami…
“ Oh..bukan….itu bukan SBI” , itu jawaban spontan bu Tyas ketika kami menanyakan maksud isi spanduk itu. Program ini tidak mengharuskan peserta adalah siswa sekolah standar nasional. Semua siswa kelas VII SMP Negeri atau Swasta yang berminat, boleh mengikuti program ini. Bu Tyas (yang waktu itu bersama bu Rini, Bu Maria, dan Bu Nurul mengikuti diklat pengembangan kurikulum yang diadakan oleh Sekolah Laboratorium Universitas Negeri Malang pada bulan Juli 2009), mendapatkan kepercayaan dan sertifikat dari lembaga T2EDI (Teacher Training Education And Development Institute) untuk membuka program qualifikasi guna mendapatkan sertifikat internasional dari Universitas Cambridge Inggris, di wilayah Kabupaten Malang . Secara kebetulan, karena bu Tyas adalah guru SMP Negeri 2 Kepanjen, maka sebagai langkah awal pembukaaan program ditawarkan kerjasama dengan SMP Negeri 2 Kepanjen dulu sebelum menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah lainnya. Jadi ini tidak berarti sekarang SMP Negeri 2 kepanjen menjadi Sekolah bertaraf Internasional, karena program qualifikasi CIE ini berbeda dengan SBI yang sudah kita kenal selama ini.
Perbedaan yang menyolok antara SBI dan qualifikasi CIE ini adalah kalau SBI program pembelajaran terintegrasi dengan pembelajaran di sekolah dan menggunakan kurikulum nasional, tetapi kalau CIE ini kurikulumnya mengikuti kurikulum Sekolah Menengah di Inggris. Dengan kata lain materi pelajaran CIE ini tidak sama dengan kurikulum Nasional kita. CIE ini termasuk Pendidikan Luar Sekolah, karena itu pembelajarannya diadakan sepulang dari sekolah regular. Buku-buku acuan yang digunakanpun dibeli dan dikirim langsung dari Cambridge. Harganya…? Berlipat-lipat dari buku paket pelajaran kita. Sekedar kita tahu aja, bahwa mathematic book seharga Rp. 158.000, Science book seharga Rp. 199.000, dan English book seharga Rp. 172.000. Wah…..mahal sekali ya…..dan ternyata salah satu kelebihannya (atau kekurangan bagi kita ya…?!) adalah buku ini gak bisa difotokopi alias dibajak. (ha..ha…ha). Untuk mengatasi hal ini maka guru pengajar CIE (kita kenal dengan istilah Tutor), harus kreatif dan rajin membuatkan rangkuman dan worksheet untuk siswa CIE karena tidak setiap siswa memiliki buku ini. Tapi dengan kerjasama yang baik dan loyalitas tutor yang tinggi, Bu Tyas yakin permasalahan buku akan bisa diatasi.

Kok hanya 3 buku yang dibeli bu? Begitu kami melanjutkan pertanyaan untuk menjawab keingintahuan …….
Ya, karena mata pelajaran yang disertifikasikan dalam program qualifikasi ini hanya Matematika, Science, dan Bahasa Inggris. Kalau ternyata dalam jadwal pelajaran ada materi TIK itu adalah materi tambahan dari SMP Negeri 2 Kepanjen sendiri. Pemberian materi itu untuk menunjang proses pembelajaran ketiga materi pokok yang disertifikasikan. Dalam pembelajarannya, dimungkinkan siswa harus mencari materi sendiri melalui internet, karena itu menurut Pak Agung Sutrisno, (Kepala SMP Negeri 2 Kepanjen sekaligus guarantor program CIE), siswa perlu diberikan tambahan materi pelajaran TIK.
Satu hal yang membuat bu Tyas agak khawatir adalah minimnya kemampuan berbahasa Inggris siswa. Padahal bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran sehari-hari. Untuk mengatasi hal itu, pelajaran bahasa Inggris disampaikan 2 kali dalam seminggu dengan guru yang berbeda. Tujuannya supaya siswa dalam mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris dengan maksimal.
Mengapa merasa tidak pantas dan takut mencoba? Begitu Bu Tyas balik bertanya kepada kami, ketika kami bertanya apakah siswa kita sudah pantas mengikuti program ini. Beliau mengatakan, jangan takut untuk mencoba dan untuk berubah. Sekecil apapun perubahan kalau itu memang untuk kebaikan dan kita bisa , mengapa tidak kita lakukan? Tantangan pro dan kontra jelas ada, tapi kalau kita berniat baik dan kerja iklas semata-mata untuk peningkatan mutu sekolah , beliau yakin bisa mengatasi semuanya. Yang penting semua harus kompak dan saling mendukung. Program ini bisa berhasil kalau komite sekolah, staf sekolah, guru, walimurid, dan siswa bisa bekerjasama dengan baik.
Menjawab pertanyaan tentang kesan eksklusif sarana kelas CIE, bu Tyas hanya tersenyum dan mengatakan. Kelas VII E yang berganti cat menjadi warna serba ungu dan dilengkapi dengan fasilitas TV, LCD, dan computer itu bukan khusus untuk CIE.
Itu adalah ruang media milik SMP Negeri 2 Kepanjen. Siapapun boleh menggunakan ruang itu untuk proses belajar mengajar. perbaikan dan fasilitas ruang itu merupakan hasil partisipasi walimurid dan dikerjakan oleh walimurid juga. Jadi jelas itu bukan kelas CIE, sehingga jangan sampai ada kecemburuan social yang terjadi dengan dimunculkannya kelas media itu. Kalau memang kelas yang lain ingin tampil seperti itu, maka masing-masing kelas bisa berkoordinasi dengan paguyuban walimurid kelas masing-masing. Mengapa kelas media digunakan CIE, Karena CIE adalah kelas standar internasional, ya memang selayaknya pembelajaran disampaikan menggunakan media canggih seperti itu, seperti yang dilakukan di sekolah bersatndar Cambridge lainnya.. Yang jelas, semua pelaksanaan program CIE di SMPN 2 Kepanjen ini tidak ngawur dan asal-asalan, semua berdasarkan MOU (kesepakatan) dengan pihak T2EDI dan Universitas Negeri Malang selaku Lembaga penyelenggara.
Mengenai siapa saja yang terlibat dalam CIE bu Tyas menyebutkan 90 % adalah guru kita sendiri. Cuma, karena sementara hanya dibuka 2 kelas CIE, yang terlibat juga hanya beberapa guru saja. Ada Bapak Drs. Sujana Ramdhan sebagai tutor Science, Ibu Muanayatul . Rosidah, S.Pd dan Ibu Dewi Aries Andriani, S.Si,, S.Pd, sebagai tutor bahasa Inggris, Drs. Sukarno A.W sebagai tutor TIK, dan Arifin, S.Pd (tutor tamu) sebagai tutor matematika. Tetapi suatu saat nanti semua tutor akan diisi oleh guru SMP 2 Kepanjen sendiri, kalau memang guru tersebut sudah mampu berbahasa inggris aktif.
Sementara di staf pengelola, bu Tyas menyebut nama Bpk Agung Sutrisno selaku guarantor, Bpk H. Sugiono, S.H (ketua komite) dan Bpk Riyanto, S.Pd sebagai advisor, Bu Tyas sendiri sebagai chief executive, Ibu Supadmi, S.Pd sebagai treasurer, dan Bapak Sutikno, S.Pd serta Bpk Andriono (Perwakilan walimurid klas VII) sebagai public Relation.
Berapa jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk program ini?........Ibu kita hanya tersenyum dan menjawab diplomatis. Jangan tanyakan biaya untuk sebuah cita-cita memajukan pendidikan……jangan diuraikan di sini, lebih baik berhubungan langsung dengan Ibu Supadmi selaku bendaharanya.
Menutup bincang-bincang dengan kami, bu Tyas mengatakan, bahwa melangkah dalam kebersamaan akan jauh lebih baik dan berarti daripada melangkah sendiri, karena itu beliau minta dukungan, bantuan, dan doa semoga program qualifikasi Cambridge International di SMP Negeri 2 Kepanjen angkatan pertama bisa berhasil dengan baik dan dapat mengangkat nama baik SMP Negeri 2 Kepanjen. And..so…yang paling akhir, beliau mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu terselenggaranya program CIE di SMP Negeri 2 Kepanjen. Good luck…….(Red)


Kepanjen, Sabtu, 24 Oktober 2009
Penandatanganan MOU Pembukaan Program Qualifikasi CIE di SMPN 2 Kepanjen, antara UM yang diwakili oleh Drs. Suprihantoro Saputro, M.Pd dengan SMP Negeri 2 Kepanjen oleh
Drs. Agung Sutrisno, disaksikan oleh Kadiknas Kab. Malang yang diwakili oleh Dra. H. Mamik Sri Utami, M.Si, Komite Sekolah oleh H. Sugiono, SH, dan Chief Executive T2EDI oleh : Woro Sulistyo YP., S.Pd,
Selanjutnya...

MENUNTUT ILMU ITU TANPA BATAS


Assalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokaatuh,

SMP Negeri 2, apa kabar?
Jawabnya : Sukses, luar biasa!
Para pembaca “Arena” yang setia, khususnya siswa kelas IX, bulan Maret semakin dekat, rasa gelisah semakin nyata, was-was rasanya menghadapi UNAS serasa belum siap jua.
Pada bulan Desember tahun lalu telah dilaksanakan Try Out I, hasilnya sangat kurang menggembirakan, jangan bersedih jangan menangis walaupun hal itu menyebabkan posisi terlempar jauh dan terpisah dari teman sebangku pada saat mengikuti bimbel.
Yang seharusnya dilakukan adalah justru menjadi pemicu semangat belajar dengan sungguh-sungguh dan mengikuti bimbel tanpa rasa enggan dengan semboyan “ Sendiri saya bisa.”

Penuh percaya diri menghadapi UNAS adalah modal untuk lulus dan sukses.Lulus adalah tujuan utama. Namun bagaimana kelanjutannya? Lulus ujian bukanlah akhir tujuan dalam menuntut ilmu tetapi hanyalah merupakan tataran anak tangga dalam meniti menunaikan kewajiban menuntut ilmu.

Anak-anakku yang baik,
Hampir setiap orang mengerti dan mengetahui tentang kepentingan dan perlunya mencari ilmu. Kita sebagai umat Islam diwajibkan untuk menuntut ilmu tiada terbatas selama ilmu itu membawa kemaslahatan. Kemudian dari ilmu yang kita miliki itu diharapkan menambah keyakinan dan kemampuan meningkatkan pengabdian terhadap Allah. Dan dengan ilmu ini
kita mampu menghimpun kekuatan ilmu untuk meraih kesejahteraan dan kebahagiaan yang nyata. Hal ini sesuai Firman Allah dalam Al Baqarah : 164
Yang artinya: “Bahwasanya kejadian langit dan bumi serta pergantian, siang dan malam, sungguh terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berpikir

Terkait hal di atas bagi siswa kelas IX merupakan dorongan moral untuk memilih melanjutkan
sekolah setelah lulus UNAS yang akan dilaksanakan pada bulan Maret 2010. Kiranya tidak ada alasan mengapa kita tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi setelah lulus UNAS nanti. Yang demikian ini maka akan menjadi cambuk bagi kita siswa kelas IX untuk lebih giat belajar agar bisa lulus UNAS 2009-2010 nanti sebagai modal untuk dapat menuntut ilmu

Kemudian dalam menuntut ilmu itu kita tidak dibatasi mengenai waktunya. Selama kita hidup di dunia ini kita masih punya kewajiban untuk menuntut ilmu. Kiranya ilmu yang kita peroleh di jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama ini masih sangat perlu kita kembangkan. Kalau perlu kita akan terus menuntut ilmu hingga di akhir hayat, tak terbatas oleh waktu dan tempat. Ini sesuai dengan hadts Nabi Muhammad saw.
Artinya Carilah ilmu mulai dari asuhan sang ibu, hingga masuk liang kubur.

Di samping itu kita juga diwajibkan mencari ilmu bukan hanya ilmu pengetahuan tentang agama saja, melainkan ilmu pengetahuan apa saja yang membawa kemaslahatan dan berguna bagi manusia dalam hidup dan kehidupan di dunia ini selama tidak bertentangan dan merusak akidah Islam.

Hal ini seperti dinyatakan dalam Hadits Rasulullah Muhammad saw.
Yang artinya:Carilah ilmu pengetahuan sekalipun adanya di Negeri Cina. Bahwasanya mencari ilmu wajib bagi semua pemeluk islam” (hadits riwayat Ibnu Abdul Bari).

Demikian yang dapat Bapak sampaikan berkenaan dengan MENUNTUT ILMU TANPA BATAS melalui surat dari Bapak. Marilah kita memohon diberi taufik dan hidayah oleh Allah SWT agar kita dapat melaksanakan kewajiban berkaitan dengan menuntut ilmu, dan menjauhi segala larangan-Nya termasuk malas dan enggan belajar dan menuntut ilmu. Semoga Allah SWT
mengabulkan permohonan kita lulus 100 %. Dengan diiringi Do’a semoga SMP Negeri 2 bisa! Tak lupa Bapak mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan.
Wassalamu’alaikum wr.wb.

Oleh : Bapak Sutikno
Selanjutnya...

HUT SMPN 2 Kepanjen (Photo Lain)



Selanjutnya...

HUT SMPN 2 Kepanjen (Photo juga)






Selanjutnya...

HUT SMPN 2 Kepanjen (Photo )











Selanjutnya...

Selasa, 03 Agustus 2010

Kritik yang Menggelitik

Selasa, 03 Agustus 2010

Kritik.....sebuah kata yang sering kita dengar dan kita gunakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahkan bagi kita yang bergulat dalam bidang pendidikan, hampir setiap kali kita menggunakan kata tersebut dalam penutup laporan kegiatan yang kita lakukan. Kata kritik seringkali kita padukan dengan manis dalam susunan kalimat “Kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan.” Manis bukan?
Tapi ternyata kata yang manis itu berubah 180 derajad, tatkala kritik yang datang tak seperti yang kita harapkan. Banyak diantara kita yang merasa kebakaran jenggot manakala kritik itu benar-benar mengena pada diri kita dan merasa kita ditelanjangi karena kritik tersebut..
Padahal kalau kita bisa sedikit lebih arif, diam adalah langkah awal menerima kritik, berpikir adalah langkah kedua dan bersikap sebagai langkah berikutnya. Ketika kritik datang, alangkah bijaksana bila kita diam dan menerimanya. Setelah itu baru kita pikirkan, betulkah kritikan itu sesuai dengan fakta? Kalau tidak, kita ambil tindakan klarifikasi kepada yang bersangkutan untuk menjelaskan bahwa sebenarnya kritik itu hanya kesalahpahaman karena kurangnya komunikasi atau sebab lain. Tetapi kalau memang kritik itu benar, mengapa kita harus malu mengakuinya? Tidakkah akan lebih etis kalau kita menjadikan kritik itu sebagai landasan untuk mengubah perilaku kita, bukan malah lebih memperburuk citra kita dengan sibuk mencari siapa yang pantas dikambinghitamkan dengan munculnya kritik itu? Mengapa pula kita merasa diri kita sempurna sehingga tak pantas untuk dikritik? Mengapa pula harus sibuk dan membuang waktu dengan berkasak-kusuk mencoba menuduh orang yang mungkin sebenarnya hanya sebagai korban permainan politik kritik.
Kalau boleh saya mengutip pepatah “Semakin tinggi pohon, akan semakin kencang angin yang meniupnya. Kita ibarat pohon. Kita mau tumbuh tinggi menjulang bak cemara atau tetap kerdil seperti rumput, tergantung dari diri kita sendiri. Janganlah pernah menjadi cemara kalau kamu ternyata tak siap diterpa angin. Jadilah rumput yang tumbuh di kegelapan saja kalau dengan itu kamu merasa nyaman. Tapi janganlah kamu marah atau protes jika terinjak oleh manusia atau makhluk lain serendah hewan, karena kamu sendiri yang menginginkan jadi rumput. Jangan pula kamu merasa iri terhadap cemara yang secara pelan mulai berkembang dan tumbuh, karena sesungguhnya iri terhadap yang lain hanya semakin menunjukkkan ketidakmampuanmu untuk berpikir dan bersikap.

Jangan pula kamu mencela cemara yang telah menjulang, karena sebenarnya apa yang diperoleh cemara itu bukan salahnya, itu adalah karunia Tuhan. Dengan mencelanya bukankah berarti kamu mencela Tuhan sebagai yang Maha Pemberi karunia itu?
Jangan pula kamu berusaha mengingatkan sekitarmu untuk selalu takut dan hati-hati tertimpa cemara itu, karena sebenarnya satu telunjuk menuding cemara, empat jarimu yang lain menuding dirimu sendiri. Bukankah selayaknya kamu yang berhati-hati dengan sikap dan pilihanmu sebagai rumput, karena sesungguhnya dirimu bisa sewaktu-waktu terinjak atau tercerabut dari akarmu yang lemah, karena hakikat rumput seperti dirimu hanyalah sebagai tumbuhan pengganggu?
Sekarang tergantung kepada kita, akankah kita menjadi rumput atau cemara? Asal jangan pernah terlintas dalam pikiranmu tak memilih keduanya dan malah justru memilih menjadi beringin yang terbonsai. Kelihatan kokoh dan indah tetapi sesungguhnya pengetahuan dan pikiranmu terbelenggu oleh ruang picik yang mengungkung dan menghambatmu untuk tumbuh.
Kalau kritik bisa menjadikanmu sebatang cemara yang kokoh, mengapa takut untuk menerimanya? Marilah kita jadikan kritik sebagai pupuk untuk tumbuh dan menjulang tinggi. Marilah terbuka terhadap kritik dan menjadikannya sebagai motivasi untuk lebih maju di masa mendatang. Tersenyumlah terhadap manisan yang bernama kritik, dan bersatulah dengan sekitarmu untuk menyikapinya, jangan malah menjadikan kritik sebagai pemacah-belah diantara kamu dan sekitarmu.
Marilah kita memiliki pikiran yang positif terhadap apa dan siapa yang ada di sekitarmu, karena pikiran yang bersih akan memancar di wajah kita dan akan meneduhkan mata siapapun yang memandangmu, termasuk teman ataupun anak didikmu. And then “Please give us some critics, because the critic its self will make us better” (ties)

Oleh : Tyas Siswantoro
Selanjutnya...

MENITI JEJAK RAMADHAN DI SMP NEGERI 2 KEPANJEN 1430 H

Bertemu dengan bulan Ramadhan adalah memiliki nilai tersendiri, berarti kita mendapat kesempatan yang sangat luas untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pribadi. Puasa
Ramadhan merupakan satu bentuk penggodokan iman dan taqwa kepada Allah. Untuk memiliki iman dan taqwa diperlukan suatu proses, salah satunya harus berpuasa. Berkaitan hal ini Allah memerintahkan kita berpuasa sebagaimana firman-Nya Surat Al Baqarah :183.

Artinya :“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.
Menurut ahli tafsir, ayat yang dimulai dengan “Yaa ayyuhal ladziina aamanuu”(Hai orang-orang yang beriman) biasanya sesudah seruan itu Allah akan memberi perintah yang berat. Dan perintah yang berat itu hanyalah akan dilaksanakan oleh orang-orang yang beriman.
Ayat berikutnya berbunyi Kutiba ‘alaikumus shiyam (diwajibkan atas kamu berpuasa). Sebagai imbalan kepada orang-orang yang mengerjakan perintah berpuasa tersebut, kepadanya dijanjikan akan diberikan satu derajat kehidupan yang tinggi pada sisi Allah, yang disebut taqwa.
Susunan ayat tersebut merupakan petunjuk, bahwa manusia haruslah memulai kehidupannya dengan semangat iman, kemudian mengisi dan mengakhiri hidupnya dengan nilai-nilai taqwa, yaitu berbakti kepada Allah SWT dan menjauhi segala perbuatan yang jahat dan buruk.
Untuk meniti jalan menjadi hamba Allah yang beriman dan bertaqwa maka SMPN 2 Kepanjen mengadakan kegiatan “Peningkatan Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Allah bagi siswa-siswi ( Pondok Ramadhan ) “ selama 3 hari yaitu tanggal 1, 2 dan 3 September 2009.
Sebagai bentuk penerapan nilai-nilai ibadah puasa, sekolah melaksanakan kegiatan penerimaan zakat fithrah yang dimulai tanggal 4 sampai dengan 9 September 2009. Penyaluran atau pembagiannya dilaksanakan tanggal 11 September 2009. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan siswa benar-benar bisa mengambil hikmah antara lain berfungsi membersihkan dari perbuatan yang sia-sia dan perkataan yang buruk, memiliki kepedulian sosial kepada fakir miskin sehingga tumbuh rasa syukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diterima selama ini. Hadits Rasul yang artinya : “Dari Ibnu Abbas ra. Berkata : Rasulullah menfardhukan zakat fithrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa (Ramadhan) dari perbuatan sia-sia dan keji dan merupakan pemberian makan bagi orang-orang miskin, maka barangsiapa mengeluarkannya sebelum shalat ‘Id itulah zakat yang diterima, dan barangsiapa mengeluarkannya sesudah shalat ‘Id maka dia adalah shadaqah dari shadaqah-shadaqah”. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majjah).
Perjalanan Ramadhan terus kita ikuti dengan mengadakan kegiatan buka bersama tanggal 12 September 2009 dengan rangkaian acara siraman rohani, ta’jil buka puasa, shalat berjamaah maghrib dan diakhiri ramah tamah dengan buka bersama yang diikuti Bapak/Ibu Guru, Staf TU, Karyawan, Komite dan Pengurus OSIS. Maksud diadakan kegiatan ini adalah agar tumbuh Ukhuwah Islamiyah.
Setelah satu bulan lamanya berpuasa dengan ikhlas mencari ridha Allah sampailah kita pada Hari Raya Idul Fithri. Keadaan lapar, dahaga yang kita alami selama satu bulan semata-mata hanyalah ujian bagi kita kaum muslimin, untuk menjadi hamba Allah yang beriman dan bertaqwa. Semoga dihari raya ini kita semua mendapat ampunan Allah atas dosa, kesalahan kita kepada-Nya. Menyambut Hari Raya Idul Fithri 1430 H SMPN 2 Kepanjen mengadakan halal bihalal tanggal 30 September 2009 dengan rangkaian acara I halal bihalal antara guru dengan siswa dan II halal bihalal antara Bapak/Ibu Guru, Staf TU, Karyawan dan keluarga, Komite, Pengurus OSIS. Dengan halal bihalal, kita tidak hanya mendapatkan ampunan dari Allah tetapi
juga dari sesama. “Taqabbalallaahu minnaa waminkum minal ‘aaidiin walfaaiziin” (Semoga Allah menerima segala amal ibadah kami dan anda. Dan semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang kembali fithrah dan berjaya ). Amiin Ya Robbal ‘Aalamiin.

Oleh Hj. Siti Rukayah, S.Pd.I





Selanjutnya...

Senin, 02 Agustus 2010

Profil Guru

Senin, 02 Agustus 2010
Apa khabar sahabat SPENDA….
Kita ketemu lagi di edisi 2 ini… dan kali ini kita membuka habis-habisan profil guru kita yang mempunyai kepribadian tinggi. Simak liputan yang satu ini…
Nama lengkap beliau adalah RIYANTO. Singkat bukan…tapi ternyata tak sesingkat riwayat hidup yang dilaluinya. Beliau lahir di Malang pada tanggal 08 Januari 1959. Memulai pendidikan di SD Maguwan I , lulus tahun 1974 dan melanjutkan ke SMP Islam Kepanjen. Tiga tahun kemudian lulus dan masuk di SMA Negeri Kepanjen.. Tahun 1984 beliau lulus dan melanjutkan ke IKIP Negeri Malang menempuh program Diploma 3. Beliau berhasil meraih gelar Sarjana setelah menempuh program S-1 di Universitas Kanjuruhan pada tahun 2001.
Pak Riyanto memulai karirnya sebagai guru di SMA Negeri Kandangan Kalimantan Selatan. Waduh… bapak kita ini betul-betul memiliki loyalitas yang tinggi kepada Negara. Meskipun ditempatkan di luar Jawa, beliau tidak putus asa dan tetap menjalankan tugasnya di sana.
Beruntung pada tahun Pak Riyanto bisa mutasi ke SMP Negeri 2 Kepanjen. Dan jadilah beliau orang kedua di sekolah kita setelah Kepala Sekolah.
Bapak berkacamata dan murah senyum ini terkenal sebagai orang yang agamis. Selain di sekolah Pak Riyanto juga aktif dalam kegiatan keagamaan di lingkungan rumahnya di Jl. MT Haryono no. 51 RT 7 RW 6 Desa Ngajum.
Bapak dari M. Hafidz dan Anisa Ayu ini mengaku bahwa menjadi guru bukanlah cita-citanya dari kecil. Kalau boleh memilih sebenarnya Pak Riyanto lebih suka memilih jurusan pertanian UNBRAW. Tetapi karena beliau diterima di IKIP Negeri Malang… ya jadilah beliau seorang guru yang mengajar mata pelajaran geografi.
Ngomong-ngomong soal makanan kesukaan beliau menyebut tahu campur sebagai favoritnya. Soal hobi…..so pasti pendukung AREMA ini menggemari sepakbola.
Ingin tahu komentar pak Riyanto soal SMP Negeri 2 Kepanjen?
Menurut beliau lingkungan kita masih kurang memadai karena ada beberapa fasilitas yang belum ada untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Tetapi beliau tetap berharap di masa mendatang SMP Negeri 2 Kepanjen bisa semakin tertib, maju dan dipercaya oleh masyarakat sehingga sekolah berstandar Nasional dapat segera terwujud .
Menutup perbincangan dengan tim redaksi Pak Riyanto menitipkan satu pesan:
Apapun yang kamu lakukan awalilah dengan niat baik dan manfaatkanlah Ilmumu untuk kebahagiaan dunia dan akhirat…..

Peliput : Fetti dan Erlita

Selanjutnya...